Bagi Anda yang sudah lama berkecimpung
di dunia fotografi pasti mengetahui istilah-istilah yang sering digunakan dalam
fotografi. Buat saya dan teman-teman lain baik dalam maupun luar KHP, yang
masih pemula tentunya sangat perlu mengetahui istilah-istilah ini untuk
menunjang hobby fotografi yang saya dan teman-teman newbie lain miliki. Saya
sudah mengumpulkan daftar istilah yang sering digunakan dalam fotografi dimulai
dari A sampai Z.
Berikut ini adalah daftar istilah dalam fotografi:
A
§ A : Auto, yaitu simbol untuk pilihan
fasilitas otomatis. Bila selector diputar ke posisi auto maka bukaan diafragma
akan bekerja secara otomatis.
§ AF : Auto Focus, yaitu cara
kerja kamera yang fokus otomatis tanpa mengharuskan user memutar sendiri penemu
fokus (jarak).
§ AL servo AF : saran pilihan
autofocus yang digunakan untuk memotret objek2 bergerak. Biasanya digunakan
untuk pemotretan kegiatan olahraga.
§ Angle of view : sudut pemotretan.
§ Aperture diafragma : lubang
tempat cahaya masuk kedalam kamera dari lensa keatas film.
§ Artificial light : cahaya yang
sengaja dibuat manusia untuk memotret misalnya lampu kilat, api, dll.
§ ASA : American Standar Assosiation.
Yaitu standar kepekaan film. Pengertiannya sama dengan ISO, hanya saja nama ASA
dahulu umumnya dipakai diwilayah amerika.
§ Auto Program Programed Auto (P) :
fasilitas otomatis untuk memilih pencahayaan terprogram secara normal dan high
speed (kecepatan tinggi), tergantung pada pemakaian panjang-pendek fokus lensa.
B
§ Back light : Cahaya dari belakang,
yaitu cahaya yang datang dari belakang objek. Efek cahaya ini bisa merugikan
fotografer sebab bila mengenai lensa akan menimbulkan flare.
§ Bayonet : Sistem dudukan lensa yang
hanya memerlukan putaran kurang dari 90 derajat untuk melakukan penggantian
lensa.
§ Birds eye view : Sudut pandang dalam
pemotretan yang mirip dengan apa yang diliat seekor burung yang sedang terbang.
§ Blitz : Lampu kilat atau flashgun.
Alat ini merupakan cahaya buatan yang berfungsi menggantikan peran cahya
matahari dalam pemotretan.
§ Blur : Kekaburan seluruh atau
sebagian gambar karena gerakan yang disengaja atau tidak sengaja pada saat
pemotretan dan efek besar kecilnya diafragma.
§ Bottom light : Cahaya dari bawah
objek, biasa juga disebut ‘base light’. Biasa digunakan sebagai cahaya pengisi
dari arah depan. Fungsinya mengurangi kontras cahaya utama.
§ Bounce Flash : Sinar pantul.
Pancaran cahaya tidak langsung yang berasal dari sumber cahaya (lampu kilat).
§ Bracketing : Suatu teknik
pengambilan gambar yang sama dengan memberikan kombinasi pencahayaan yang
berbeda-beda pada suatu objek (disamping pengukuran pencahayan normal).
§ Built-in diopter : Pengatur dioptri
(lensa plus atau minus) yang sudah terpasang pada pembidik kamera. Biasanya
digunakan oleh fotografer berkacamata.
C
§ C : Continuous, Fungsinya menyatakan
penggunaan bidikan gambar secara beruntun dengan kecepatan tertentu (biasanya 3
bingkai per detik).
§ Candid camera : foto atau potret
yang dibuat dengan cara sembunyi-sembunyi.
§ CCD : Charge Couple Device, yaitu
chip pengganti filmyang digunakan pada kamera digital untuk merekam gambar
(citra)
§ Center of focus : pusat perhatian.
Sering juga disebut center of interest atau focus of interest.
§ Center weight : pengukuran
pencahayaan yang tertuju hanya pada 60 persen daerah tengah gambar (bidang)
foto.
§ Coating : pemberian suatu lapisan
tipis pada permukaan lensa. Berfungsi untuk menahan pantulan cahaya dan melindungi
lensa dari berbagai bahaya jamur.
§ Cold tone : warna yang bernada
dingin; berwarna biru kelabu dengan nada warna ringan.
§ Color balance : keseimbangan warna.
§ Continuous light : lampu kilat yang
digunakan untuk memotret; cahayanya dapat menyala terus menerus(berulang-ulang).
§ Contrast : kontras. Secara umum
kontras diartikan sebagai perbedaan gradasi,kecerahan, atau nada (warna) antara
bidang gelap (shadow) dengan bidang terang, atau warna putih yang mencolok
sekali pada objek.
D
§ Density : densitas atau kepekatan
dalam fotografi. Semakin pekat suatu warna, semakin gelap dan berat warnanya.
§ Depth : kedalaman, yaitu efek
dimensional yang timbul karena ada perbedaan ketajaman.
§ Diaphragm : diafragma, yaitu lubang
pada lensa kamera tempat cahaya masuk saat melakukan pemotretan.
§ Distortion : distorsi atau
penyimpangan bentuk. Biasanya terjadi pada pemotrtan dengan lensa sudut lebar.
F
§ Fill in Flash : Lampu kilat pengisi.
Dalam kondisi pemotretan yang tidak memerlukan lampu kilat
§ Film : Media untuk merekam gambar.
§ Film Frame Counter : Penghitung
jumlah bingkai film. Pendeteksi berangka yang menunjukkan jumlah film yang
sudah terpakai.
§ Film transparency : Slide warna atau
color reversal film, yaitu film positif yang biasa digunakan untuk
keperluan iklan, pers, dll.
§ Filter : Penyaring dalam bentuk kaca
(atau bahan lain yang tembus cahaya) yang dipasang pada ujung tabung lensa.
§ Fix Lens : Lensa fix, yaitu lensa
yang memiliki panjang fokus (titik api) tunggal, sudut pandangnya tetap.
§ Flash : Lampu kilat, yaitu jenis
lampu buatan yang mampu menyediakan cahaya yang bisa dikendalikan.
§ Flash exposure compensation :
Kompensasi pencahayaan lampu kilat, yaitu cara membuat alternatif pencahayaan lebih
atau kurang dengan menggunakan lampu kilat.
§ Focus ring : Titik api atau
pertemuan berkas sinar/cahaya melalui lensa setelah berbias atau dipantulkan.
§ FPS : singkatan dari frame
persecond, yaitu satuan pengambilan gambar dalam gambar per detik.
G
§ GN : Singkatan dari guide number,
yaitu kekuatan daya pancar cahaya lampu kilat yang merupakan perkalian antara
jarak (dalam meter atau feet) dan diafragma.
H
§ High angle : pandangan tinggi.
artinya, pemotret berada pada posisi yang lebih tinggi dari objek foto.
§ High-Key photo : sebutan untuk suatu
foto yang didominasi nuansa putih.
§ High light : bagian-bagian yang
terang pada sebuah foto karena pantulan sinar.
§ Honeycomb : Perangkat atau alat
tambahan berbentuk seperti sarang tawon.
§ Hot shoe : sepatu panas. terdapat
pada bagian atas kamera, berfungsi untuk memasang lampu kilat elektronik.
I
§ Image : gambar yang terbentuk pada
film atau pada tirai pengamat.
§ Incident light metering : Pengukuran
cahaya jatuh, yaitu mengukur kuat cahaya yang menerangi objek.
§ Infinity : jarak tak terhingga
dengan tanda pada skala jarak.
§ Infrared : inframerah, yaitu sinar
merah diluar spektrum.
§ ISO : singkatan dari international
standart organization.
J
§ JIS : singkatan dari japan
industrial standart, yaitu ukuran kepekaan film, seperti asa digunakan di
Jepang.
L
§ Lens : Lensa, yaitu alat yang
terdiri dari beberapa cermin yang mengubah benda menjadi bayangan yang bersifat
terbalik, diperkecil, dan nyata.
§ Lens Hood : Tudung lensa yang
digunakan untuk menutupi elemen lensa terdepan dari cahaya yang masuk secara
frontal.
§ Light contrast : Kontras cahaya,
yaitu tingkat kepekaan cahaya yang dihasilkan oleh suatu sumber cahaya.
§ Light meter : Pengukur kekuatan
sinar. Biasa dipakai dalam pemotretan untuk menentukan besar diafragma atau
kecepatan pada suatu kondisi pencahayaan.
§ Long Shot : Sudut pandang yang lebar
yang memberi perhatian lebih pada objek pemotretan dengan cara memisahkannya
dari latar belakang yang mungkin mengganggu.
§ Low angle : Pandangan rendah, yaitu
sudut pandang dalam pemotretan dengan kedudukan pemotret lebih rendah dari
objek pemotretan. Menghasilkan gambar seolah-olah objek lebih tinggi dari
aslinya.
§ LT : Long time Exposure, sama dengan
pencahayaan panjang misalnya 2 detik atau lebih.
M
§ Macro : Makro, saran untuk
pemotretan jarak dekat. Makro akan menghasilkan rekaman objek (pada film) yang
sama besar dengan objek aslinya (1:1).
§ Macro Lens : Lensa makro, yaitu
lensa yang digunakan untuk memotret objek berukuran kecil atau pemotretan jarak
dekat (mendekatkan objek).
§ Magnification : Pembesaran. Diukur
dari gambar film dengan perbandingan ukuran asli objek.
§ Main light : Sinar utama dalam
pemotretan yang biasanya berasal dari depan objek. Biasanya digunakan untuk
memunculkan bentuk atau wajah objek.
§ Medium shoot : Pandangan yang lebih
mengarah kepada suatu tema pokok dengan latar belakang yang agak dihindari.
§ Metering : Pola pengukuran cahaya
yang biasanya terbagi dalam 3 kategori : center weight, evaluative/matrix dan
spot
§ Metering center weight : Pola
pengukuran cahaya menggunakan 60 persen daerah tengah gambar
§ Metering matrix : Pola pengukuran
cahaya berdasarkan segmen-segmen dan persentase tertentu
§ Metering spot : Pola pengukuran
cahaya yang menggunakan satu titik tertentu yang terpusat.
§ MF : singkatan dari manual focus,
yaitu cara penajaman atau pemfokusan yang dilakukan secara manual.
§ Microphotography : yang menggunakan
film berukuran kecil, dengan bantuan mikroskop.
§ Monopod : sandaran atau penyangga
kamera berkaki satu. Berfungsi membantu menahan kegoyangan. Sering pula disebut
“unipod”
N
§ ND Filter : Filter ND, yaitu filter
yang berfungsi menurunkan kekuatan sinar sebanyak 2 sampai 8 kali.
§ Nebula Filter : Filter yang
menghasilkan gambar dengan efek pancaran sinar radial yang berpelangi.
§ Normal lens : Lensa berukuran normal
berfokus panjang, 50 mm atau 55 mm, untuk film berukuran 35 mm. Sudut
pandangnya sama dengan sudut pandang mata manusia.
O
§ Optical Sharpness : ketajaman optis,
yaitu suatu ketajaman yang dapat dicapai karena lensa berkualitas baik.
§ Optik : berkenaan dengan penglihatan
(cahaya, lensa, dsb)
§ Overexposure : kelebihan
pencahayaan. Bagian shadow tampak pekat (tanpa detail) sehingga negative tampak
hitam total.
§ Overhead lighting : sinar dari atas.
Lampu atau penyinaran yang dibuat untuk menyinari objek dari atas.
§ Override : Penyimpangan dari
pengaturan otomatis.
P
§ Polarizing Color Filter : Filter
yang terdiri dari selembar polarisator kelabu dan polarisator warna, terdapat
berbagai kombinasi warna sehingga dapat digunakan untuk efek-efek tertentu.
§ Polarizing Conversion Filter :
Filter terdiri dari selembar polarisator dengan filter konversi warna (85B).
§ Polarizing Fider Filter : Filter
yang terdiri dari dua filter PL linier yang digabung menjadi satu.
§ Polarizing Circular Filter : Filter
yang dibuat dari lembaran polarisator linier dan keeping quarter wave
retardation, dilapi di antara dua gelang filter.
§ Polarizing Filter : Filter
polarisasi, dipakai untuk menghilangkan refleksi dari segala permukaan yang
mengkilap.
§ Pop Up Flash : Lampu kilat kecil
terbuat atau menyatu dengan kamera.
R
§ Rana : Adalah tirai yang menggantikan
fungsi penutup manual di bagian depan lensa, besar kecilnya dapat diatur sesuai
kebutuhan.
§ Rana Celah : Rana celah vertical dan
horizontal dan terletak pada kamera.
§ Rana Pusat : Rana yang terletak pada
lensa, berdampingan dengan diafragma.
§ Rembrandt Lighting : Cahaya yang
berasal dari jendela atau sering juga disebut window lighting. Cahaya yang
datang dari sudut 45 derajat.
§ Remote : Alat yang memungkinkan
fotografer melakukan penekanan shutter dari jarak jauh dengan penghubung arus
tanpa kabel.
§ Resolution : Daya pisah. Suatu sifat
lensa yang berdaya urai dengan kemampuan menyajikan detail kehalusan gambar
sesudah film dikembangkan (diproses).
§ Retouch : Mengubah, sifatnya
memperbaiki atau menambah warna dengan menggunakan tangan atau kuas, atau juga
pada masa ini dengan komputer seperti melukis sehingga menghasilkan gambar yang
baik dan tanpa cacat seperti sebelumnya.
§ Reverse Adapter : Suatu alat
penyambung yang digunakan untuk memotret saat menggunakan lensa kamera yang
dibalik sehingga elemen belakang lensa menghadap ke objek.
S
§ Second Curtain Sync : Fasilitas
untuk menyalakan lampu-kilat sesaat sebelum rana menutup.
§ Self Adjusting : Penyesuaian (diri).
§ Self Timer : Penangguh waktu. Sebuah
tuas yang digunakan untuk keperluan memperlambat membukanya rana kamera
sekalipun tombol pelepas kamera telah ditekan.
§ Sepia Toner : Pewarna coklat/sawo.
§ Sequence : Sekuen. Satu seri dari
beberapa jepretan (shot) yang meliputi suatu kejadian yang sama. Setiap
jepretan hanya berbeda dalam hitungan detik.
§ Sharpness : Ketajaman film, yaitu
suatu kemampuan film untuk merekam setiap garis dari pandangan yang dipotret
dengan ketajaman yang baik.
§ Side Lighting : Sinar dalam pemotretan
yang datangnya dari arah samping kanan atau kiri – 90 derajat dihitung dari
sudut pandang kamera.
§ Single Lens Reflect : Refleks lensa
tunggal (RLT), adalah kamera yang memiliki satu lensa untuk membidik yang
menggunakan cermin dan prisma.
§ Single Point Reading : Suatu
pembacaan pengukuran dalam pencahayaan yang dilakukan hanya pada satu titik
atau bagian tertentu yang terpenting dari sebuah objek foto.
§ Slave Unit : Mata listrik yang
menyalakan lampu-kilat karena pulsa yang dihasilkan oleh menyalanya lampu-kilat
lain.
§ Small Format Camera : Kamera format
kecil yaitu kamera jenis SLR (Single Lens Reflect) yang menggunakan film
berukuran 35 mm namun fleksibel dan enak dipegang serta ringan.
§ Snapshoot : Bidikan spontan, tanpa
modelnya diatur terlebih dahulu.
§ Snoot : Suatu alat berbentuk kerucut
yang berlubang pada ujungnya dan digunakan untuk memperkecil penyebaran cahaya
dari lampu kilat studio.
§ Soft Focus Len : Lensa yang berdaya
lukis lembut.
§ Sonar Autofocus : Sistem otofokus
yang bekerja berdasarkan perjalanan bolak-balik suara sonar – dari kamera ke
objek kembali ke kamera.
§ Special Effect : Efek khusus dengan
menggunakan teknik tertentu.
§ Spectrum : Berkas sinar yang
terlihat oelh mata, terpecahkan oleh pembiasan prisma dalam warna-warni.
§ Speedlight : Lampu-kilat yang
mempunyai kecepatan menyala tinggi atau cepat.
§ Speedo Solarisasi : Suatu teknik
kamar gelap versi lain dari tehnik solarisasi (efek sabattier) pada film
ortholith yang akan memberikan suatu efek gerakan yang cepat (speedo).
§ Stereo Camera : Kamera berlensa dua
yang menghasilkan dua foto sekaligus.
§ Still Life : Berarti lukisan atau
pemotretan benda mati. yang khusus menempatkan benda-benda kecil buatan manusia
sebagai objeknya.
§ Subtractive : Sistem penyusunan
balans warna dengan mengurangi unsure warna, suatu kebalikan dari additive atau
menambahkan.
§ Super Wide Lens : Lensa bersudut
super lebar yang biasa digunakan untuk pemotretan arsitektur, interior,
eksterior, pemandangan, dll.
T
§ Table-Stand : Kaki tiga (tripod)
kecil. Sandaran kamera yang membantu menahan goyang yang dipakai di atas meja.
§ Texture : Tekstur, sifat permukaan
atau sifat bahan, merupakan elemen seni visual yang sangat penting karena mampu
memberi kesan “rasa” seperti halus, kasar, mengkilat, dll.
§ Tele Converter : Lensa tambahan yang
dipasang di antara lensa asli dan tubuh kamera, yang dapat mengubah lensa
normal menjadi tele dan lensa tele menjadi tele panjang.
§ Tele Lens : Lensa tele yang
digunakan untuk memperbesar objek yang akan difoto. Lensa ini dapat digunakan
untuk memperoleh ruang tajam yang pendek.
§ Test Strip : Suatu cara untuk
mendapatkan hasil cetakan yang baik (normal) yang dilakukan dengan cara membuat
pencahayaan bertingkat pada saat mencetak sebelum mencetak sesungguhnya.
§ Tilt Head : Kemampuan kepala
lampu-kilat untuk dapat diputar. Fungsinya untuk mendapatkan efek pencahayaan
yang lembut dengan cara memantulkan terlebih dahulu cahaya yang keluar dari
lampu-kilat.
§ Timer Switch : Pengukur waktu yang
akan memutuskan aliran listrik pada akhir hitungan yang telah ditentukan.
§ Top Light : Cahaya (dari) atas.
Cahaya yang berasal dari atas objek. Biasanya digunakan untuk menerangi bagian
atas kepala model yang akan difoto.
§ Transparan :Tembus pandang ialah
permukaan suatu benda yang tidak menghambat pandangan untuk melihat benda di
belakangnya. Kaca dan plastik misalnya bersifat tembus pandang.
§ Translusen : Tembus sinar. Namun
kita tidak biasa melihat benda yang berada di belakang benda yang translusen
tersebut. Misalnya kaca es, kaca buram, kaca susu, plastik suram, dsb.
§ Transparancy : Transparan, gambar
tembus, slide atau film positif.
§ Tripod : Kaki-tiga. Suatu alat yang
digunakan untuk menyangga kamera yang berbentuk kaki-tiga, yang dapat
dipanjangkan dan dipendekkan sesuai keinginan (terbatas).
§ Tripod Socket : Tempat (ulir) untuk
tripod. Suatu bagian di kamera, biasanya berlubang dengan ulir di dalamnya,
yang berguna untuk tempat memasang tripod atau kaki-tiga kamera.
§ Through the Lens Metering : Sistem
pengukuran cahaya melalui lensa. Biasa juga disebut OTF (Off the Film
Metering).
§ Tungsten Film : Film yang khusus
diperuntukkan bagi pemotretan yang dilakukan dengan cahaya buatan dengan lampu
biasa atau photo-flood, namun juga tetap dapat dipakai untuk pemotretan di
bawah cahaya alami.
§ Twin Lens Reflex : Refleks Lensa
Kembar. Kamera yang mempunyai dua lensa.
V
§ Vario Focal Lens : Lensa zoom. Lensa
yang mempunyai panjang focus yang dapat diubah-ubah atau dapat bergeser.
§ Vario Lens : Lensa vario atau sering
disebut sebagai lensa zoom. Yaitu sebuah lensa yang memiliki jangkauan panjang
focus yang bervariasi atau dapat diubah-ubah.
§ Vertical Grip : Alat pelepas rana
untuk pengambilan gambar secara vertikal tanpa harus memutar tangan.
§ View Camera : Kamera yang
menggunakan film format besar dan digunakan untuk keperluan pemotretan yang
memerlukan detail tajam.
§ View Finder : Jendela bidik. Bagian
dari kamera yang berfungsi sebagai tempat mata melihat bayangan benda yang akan
diabadikan.
W
§ Waist Level Finder : Pembidik
sebatas pinggang.
§ Warm Tone : Bernada warna hangat.
Suatu warna yang terasakan tidak terlampau menyilaukan mata, atau berwarna ke
arah cokelat gelap ke arah hitam pekat.
§ Watt/ Second (W/S) : Satuan daya
pada lampu kilat studio yang dibedakan dengan lampu kilat portable yang
menggunakan GN.
§ Wide Angle Lens : Lensa sudut lebar,
misalnya lensa 20 mm atau 24 mm. Jenis lensa dengan tubuh pendek yang biasa
digunakan untuk memotret sebuah panorama luas atau untuk pemotretan sejumlah
besar orang.
§ Wide Shoot : Pemotretan dengan sudut
pandang lebar. Biasanya merupakan satu jepretan panjang diawal suatu sekuen.
§ Wireless TTL : Sistem pengukuran
lewat lensa tanpa melalui kabel.
§ Worm Eye : Pandangan cacing. Berarti
memotret dari sudut pandang permukaan tanah.
Z
§ Zone System : Suatu cara untuk
menghasilkan foto dengan tingkat kontras yang dimulai dari nada hitam pekat
hingga nada warna putih sekali.
§ Zoom Lens : Lensa zoom. Jenis lensa
yang memiliki elemen yang mampu bergerak hingga membuat panjang fokal
bervariasi.
§ Zoom Blur : Kekaburan gambar yang
disebabkan oleh gerakan zoom pada waktu melepas rana kamera.
§ Zooming Ring : Gelang batas rentang
vario pada lensa zoom.
Panjang juga ternyata, but keep learning
bro/sis, salam hunt dari KH-People

Tidak ada komentar:
Posting Komentar